Sabtu, 04 Mei 2013

Mencari dan Mengembalikan File Terhapus di Disk, Flash Disk dan Memory dengan DiskDiggger

Pernah mengalami kejadian tanpa sengaja memformat kartu memori sehingga semua datanya? Akibatnya tentu malapetaka semua foto, video dan data yang tersimpan akan hilang, raib ditelan sistem tanpa sisa. Mungkinkah untuk mengembalikan semua file tersebut? Berat...

Berat adalah jawaban lama, Anda boleh panik tapi jangan sampe membanting komputer Anda. Tenang, karena sebenarnya Anda masih bisa menyelamatkan file di kartu memori tersebut dengan menggunakan aplikasi DiskDigger. Aplikasi ini bekerja dengan sangat cerdas dan hebat, apapun jenis aplikasi yang terhapus, DiskDigger akan mengembalikannya untuk Anda. Bagaimana bisa? Saya juga tidak tahu persis, Anda pun sebaiknya jangan tanyakan cara kerjanya, selama file Anda kembali itu jauh lebih penting, setuju?
Oke, sekarang kita coba test and run.
  • Sebelum jalan, Anda harus mengunduh dahulu aplikas DiskDigger di sini: http://dmitrybrant.com/diskdigger
  • Kemudian jalankan aplikasi, Anda tidak perlu melakukan instalasi karena DiskDigger berbasis portable. Setelah aplikasi terbuka, maka otomatis akan menampilan disk yang Anda miliki, sebaiknya sebelum menjalankan aplikasi sambungkan kartu memori yang datanya terhapus


Aplikasi untuk mengembalikan data yang hilang

  • Pilih kartu memori tersebut dan klik tombol Next.
  • Senjutnya Anda tentukan ekstensi file yang hendak dicari dan dikembalikan, sebaiknya bijaklah memilih jenis file karena jika Anda pilih semua maka proses pencarian akan berjalan lebih lambat. Setelah dirasa cukup, klik tombol Next untuk melanjutkan.


  • Ingin mengembalikan data yang hilang dari Flash Disk
    • Sekarang aplikasi akan melakukan pemindaian, tunggu proses ini selesai secara sempurna
    Proses pengembalian foto dan data dari Flash Disk
    • Setelah proses pemindaian selesai, aplikasi akan mengelompokkan file berdasarkan kategori jenis file yaitu Gambar, Dokumen dan Musik atau Video sehingga Anda dapat dengan mudah membedakan sekaligus menentukan prioritas. Tandai file yang ingin Anda recovery dan klik tombol Save Pictures.
    Disk Digger untuk mengembalikan data yang hilang
    Aplikasi ini sangat sederhana dan ringan apabila bersifat portable, namun demikian fungsi dan kemampuannya yang luar biasa. Hanya ada satu kelemahan aplikasi ini, pada proses recovery tidak ada pilihan untuk melakukan seleksi ke semua file sehingga proses recovery hanya dapat dijalankan satu per satu. Terimakasih semoga bermanfaat bagi kita senmua.

    »»  Continue Reading...

    Minggu, 14 April 2013

    Tutorial ILS (Instrument Landing System) Microsoft Flight Simulator X



    Masuk ke menu Free Flight lalu 1. Pilih pesawat 2. kalau curent location langsung saja ke flight planner 3. pilih cuaca 4. waktu 
     

    Buat rute penerbangan yang dekat saja kalau masih tahap latihan (saya juga begitu) Misalnya dari Halim Intl (WIHH) ke Soekarno Hatta Intl (WIII), lalu pilih IFR, kemudian pilih VOR to VOR, lalu OK/Save, dan Fly Now

    Buka ATC Menu dengan menakan tombol "`" (tanpa tanda kutip) lalu pilih 1 [ Tune halim Tower on 118.300 ] nanti radio nya akan berganti frekuensinya dengan sendirinya.

    Selanjutnya pilih Request IFR Clearance


     Lalu pilih Request Taxi IFR

    Pilih Acknowledge Taxi Clearance

    Kemudian pilih Request Takeoff Clearance IFR from Halim Tower
    Pilih Acknowledge Takeofff Clearance
    Kalau sudah mengudara aktifkan autopilot dengan menekan "Z" atau tombol AP di panel pesawat (Termasuk juga aktifkan A/T (Auto Tohortle) atau bisajuga SHIFT+R, HGD (Heading berapa yang dituju), IAS/MATCH untuk memilih jenis kecepatan yang ada saya sarankan pilih IAS karena itu satuannya knots, lalu flight direction juga, dan yang terakhir ATL (Altidues untuk menentukan tingginya pesawat)

    Kalau sudah mendapat pesan seperti ini ikuti saja perintah ATC Menunya ini untuk Appproach (Mendekati bandara termasuk meluruskan pesawat ke runway yang dituju)
    Nah saat ini kita mendapat pesan ini buka GPS dan Radio Panel lalu ikuti langkah selanjutnya
    Kemudian tekan tombol PROC
     
    Pilih Select Approach dengan memutar tombol yang diberi panah





    Pilih ILS 07R (runway yang mau dituju)




    Pilih VECTORS
    Pilih Activate?
    Saat sudah mendapat informasi detail tentang heading runway yang dituju, ketinggial runwaynya lalu tekan tombol PROC dua kali

    Sebelummnya kita setting radio ke 110.50 dapat dilihat dari Flight Planner atau Map 
    Lalu ganti frekuensi NAV1 menggantinya di kolom STBY setelah itu tekan tombol <--> lalu tutup kembali

    Kita usahakan pesawat sudah lurus sebelum memasuki garis yang berwarna ungu yang dibuat oleh GPS lalu saat memasuki garis ungu kita ganti mode HDG ke mode Nav (mode ini akan menyesuaikan pesawat dengan runway secara otomatis walaupun masih lumayan jauh)

    Lalu saat pesawat sudah memasuki intersection point yang berwarna kuning rubah ke mode APP (Approach) bertujuan untuk menesuaikan kembali pesawat dengan runwa. Set Flaps ke 3 speed 180 Knots nah pada saat sekitar 100 Feet dari tinggi runway (tinggi runway di Soekarno Hatta Intl sekitar 49 Feet) matikan Autopilot dan matikan auto Thortel dengan SHIFT+R dan juga F1 agar Thortel Cut Off dan jangan lupa aktifkan Auto Brakes ke 1 saja karena runway ini sangat panjang
    Lalu dengan segenap nyali bersiaplah untuk TOUCHDOWN
    Dan.... pendaratan super mulus terjadi yihaaaaaaaaaa

    Kalau sudah begini ya silahkan belok menuju parkiran yang telah disediakan

    PAY ATENTION PLEASE~!!!!!
    1. Aktifkan AUTOPILOT saat di ketinggian kira-kira 1.000 Feet
    2. Pelajari lagi tentang Altimeter 2992 dan sebagainya
    3. INGAT TIDAK BOLEH COPY PASTE POSTINGAN INI SECARA BEBAS DIMOHON UNTUK MENINGGALKAN KOMENTAR BILAMANA INGIN ME-REPOST POSTINGAN INI DAN MENCANTUMKAN LINK "MEDIA RAFLY" DI POSTINGAN ANDA~~~ Selamat Menikmati- Have a Nice Day :D

    Ayo dicoba gan, kalo belum dicoba ya engga bisa hehe :D

    Kalo ada yang mau ditanyakan silahkan tanyakan di kolom komentar fb/di layanan chat yahoo messenger di samping kanan blog ini ;)
    »»  Continue Reading...

    Jumat, 29 Maret 2013

    Cara mengaktifkan GPedit di Windows 7 Home Premium, Home Basic dan Starter Edition


    Windows 7 cukup populer saat ini, apalagi dengan isu buruknya kinerja Windows 8 dan dihentikannya dukungan Microsoft terhadap sistem operasi Windows XP. Salah fitur yang tidak selalu ada pada sistem operasi Windows 7 adalah gpedit terutama pada versi Windows 7 Home Premium, Home Basic dan Starter Edition.
    Mengaktifkan fasilitas GPEdit pada Windows 7 Home Premium and Starter
    Gpedit adalah sebuah tool di mana pengguna dapat melakukan berbagai modifikasi dan pengaturan lanjutan terhadap sistem komputer. Ada banyak kegunaan yang dapat dimanfaatkan dengan adanya fitur gpedit, namun begitu dengan pertimbangan mereka, Microsoft merasa bahwa fitur ini tidak dibutuhkan di beberapa versi Windows 7. Bagi Anda yang tidak sependapat, jangan khawatir karena Anda dapat kembali mengaktifkan fitur gpedit pada Windows 7 Anda.
    • Pertama, download dahulu installernya di halaman ini: http://www.deviantart.com/download/215792914/add_gpedit_msc_by_jwils876-d3kh6vm.zip
    • Kemudian ekstrak file zip tersebut ke dalam komputer anda dan instal hinga selesai sempurna. Untuk Windows 7 versi 32-bit, langkah selesai sampai di sini, tetapi untuk Windows 7 versi 64-bit, Anda harus melanjutkan langkah di bawah ini agar dapat mengaktifkan gpedit secara sempurna.
    • Buka Windows Explorer Anda, kemudian buka direktori My Computer – Local Disk (C) – Windows.
    • Folder untuk mengaktifkan fasiitas GPEdit Windows 7Kemudian buka SysWOW64
    •  Kemudian copy folder ”GroupPolicy“, “GroupPolicyUsers” folders dan file gpedit.msc.
    Aktifkan fungsi GPEdit di Windows 7 Starter atau Home Premium
    • Copy ketiga file tersebut ke My Computer – Local Disk (C) – System 32
    Contoh pengaturan dan pengaktifkan GPEdit pada Windows 7

    Pemecahan Masalah

    Apabila setelah langkah terakhir di atas gpedit tidak dapat berjalan, atau Anda melihat pesan error sebagai berikut: MMC could not create the snap-in, maka coba lakukan langkah berikut untuk mengatasinya.
    • Buka direktori folder: My Computer – Local Disk (C) – Windows – Temp – gpedit
    Windows 7 Starter dan Home Premium yang menggunakan GPEdit
    Mengaktifkan fitur GPEdit pada Windows 7
    • Untuk Windows 7 versi 64 bit, buka x64.bat dan untuk Windows 7 versi 32-bit buka x32.bat dan lakukan modifikasi sebagai berikut: Ganti seluruh kode %username%:f dengan kode “%username%”:f. Contoh:
    Susunan kode asli: icacls %WinDir%\SysWOW64\gpedit.dll /grant:r %username%:f
    Susunan kode modifikasi: icacls %WinDir%\SysWOW64\gpedit.dll /grant:r “%username%”:f
    • Terdapat 6 baris kode yang mengandung kode tersebut, silahkan diedit lalu save dan klik kanan pada mouse dan klik Run as Administrator.
    Cara mengaktifkan GPEdit pada Windows 7
    Sekarang saya yakin Anda telah dapat menggunakan fitur gpedit di komputer Windows 7 Anda. Dengan cara ini, Anda dapat kembali melakukan pengaturan lebih lanjut dan segala fungsi yang dapat dilakukan oleh gpedit.


    Sumber : Computer Stuff; Screen Shoot & Google Gambar
    »»  Continue Reading...

    Tutorial Menonaktifkan Fitur “Switch User” di windows 7 dan Vista


    Fitur Switch User pertama kali diperkenalkan pada sistem operasi Windows XP di mana dengan fitur ini pengguna dapat melakukan pergantian user sesuai dengan user yang ia miliki. Fitur ini sangat berguna untuk komputer-komputer yang digunakan oleh banyak pengguna namun tetap membutuhkan privasi di antara pengguna-pengguna tersebut. Pada sistem operasi Windows Vista, 7 dan 8 fitur ini tetap disematkan tanpa perubahaan yang mencolok.

    Cara menonaktifkan fitur Switch User pada Windows 7 dan Windows Vista

    Namun, bagi banyak pengguna yang bertanya dan menginginkan agar fitur Switch User ditiadakan dengan berbagai alasan, tapi mengalami kesulitan karena tidak terdapat fitur di control panel yang dapat digunakan untuk menonaktifkan Switch User ini. Hal ini yang kemudian menggerakkan saya menulis artikel ini, semoga dapat memberikan solusi bagi pengguna yang membutuhkan.
    Tidak sulit menonaktifkan fungsi Switch User, hanya saja mungkin tidak banyak informasi yang tersedia untuk dicoba. Oke, kita langsung saja.

    Menonaktifkan Switch User via gpedit

    • Tekan tombol Windows + R untuk menjalankan jendela Run, lalu ketikkan gpedit.msc lalu tekan Enter atau tombol OK.
    Disable Switch User pada Windows 7 dan Windows Vista
    • Sesaat kemudian Anda akan dibawa ke jendela Local Group Policy Editor, buka direktori Local Computer Policy -> Administrative Templates -> System -> Logon lalu klik Hide entry points for Fast User Switching dan rubah ke Enabled.
    Nonaktifkan fasilitas Switch User pada Windows 7 dan Vista

    Menonaktifkan Switch User dengan menggunakan Regedit

    • Jalankan kembali fungsi Run dan ketikkan regedit lalu tekan enter atau tombol OK.
    • Buka direktori: HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System
    Edit registry Windows untuk menonaktifkan Switch user pada Windows Vista dan Windows 7
    • Pada kolom layar sebelah kanan klik kanan mouse Anda dan klik New – DWORD Value, lalu buat nama valuenya HideFastUserSwitching.
    Hide Switch User pada Windows 7 dan Vista
    • Kemudian klik dua kali pada value tersebut atau klik kanan Modify dan isikan value data dengan angka 1 lalu klik tombol OK.
    Modifikasi switch user pada Windows

    Nah, sekarang fitur Switch User Anda akan menghilang dari Start Menu. Silahkan dicoba salah satu dari dua cara di atas jika memang Anda ingin menonaktifkan fungsi Switch User. Jangan khawatir, karena Anda dapat kembali memunculkannya nanti. Caranya cukup dengan merubah Enable ke 
    Disable pada langkah via gpedit dan merubah angka 1 ke angka 0 untuk cara kedua via regedit.

    Sumber : Computer Stuff; Screen Shoot & Google
    »»  Continue Reading...

    Trik Menambahkan Tool Defrag pada Context Menu di Windows 7 dan Vista

    Defragment adalah fitur penting yang sudah didesain oleh Microsoft agar pengguna dapat melakukan perbaikan dan peningkatan performa komputer. Melakukan defrag secara berkala dapat mengurangi resiko hard disk baik dari kerusakan maupun bad sektor yang dapat mengurangi usia pakai hard disk. Tetapi khusus untuk SSD atau generasi terbaru dari hard disk konvensional, defrag tidak disarankan dijalankan secara berkala karena justru dapat merusak SSD.
    Defrag Hardisk
    Namun, saat ini sebagian besar pengguna komputer di Indonesia masih menggunakan hard disk konvensional sehingga melakukan defrag secara berkala sangat disarankan.
    Biasanya defragmen ditemukan pada Control Panel atau Accessories – System Tools, namun Anda dapat menambahkan menu defragment pada Context Menu di Windows Explorer, gambarnya seperti ini:
    Tanpa ba bi bu lagi, kita langsung ke step by stepnya:
    • Jalankan RUN dengan menekan tombol Windows dan tombol R, kemudian ketikkan regedit dan tekan Enter atau tombol OK untuk menjalankan fitur Registry Editor.
    • Pada jendela Registry Editor, buka direktori sebagai berikut:
    HKEY_CLASSES_ROOT\Drive\shell
    • Dengan kursor pada posisi direktori shell, klik kanan pada panel sebelah kanan: New – Key
    • Isi nama key dengan Defragment
    • Dengan posisi mouse pada key Defragment, buat lagi sebuah key dengan nama command.
    • Pada key command, klik kanan pada registry Default dan klik Modify lalu isikan salah satu dari value di bawah ini ke dalam kotak Value data lalu klik tombol OK.
    defrag.exe /u /v %1 (untuk jenis tampilan klasik)
    dfrgui.exe (untuk tampilan baru)
    • Hasil akhirnya, silahkan buka Windows Explorer Anda dan klik kanan pada salah satu drive dan temukan menu baru bernama Defragment di Context Menu sebagai tanda Anda telah berhasil mempraktekkan tips ini.
    Dengan membuat menu Defragment di context menu Anda telah memotong jalur perintah aplikasi sehingga selain mempersingkat waktu juga menambah khasanah ilmu pengetahuan kita. Silahkan dicoba…

    Sumber : Computer Stuff & Screen Shoot
    »»  Continue Reading...
    Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...