Sabtu, 01 Februari 2014

Unsur Intrinsik Novel Atheis

UNSUR INSTRINSIK
 
 
A.     TEMA             : Persoalan antara Manusia dengan Tuhan.

B.     AMANAT       :
1.      Turutilah perintah ayah dan ibumu, kepada orang-orang tua dan rajinlah bersembahyang dan mengaji.
2.      Jangan suka menyiksa hewan dan mengumpat orang lain.
3.      Sembayanglah seperti kau akan mati besok.
4.      Tetaplah setia pada pendirianmu sendiri.
5.      Jangan sampai cinta membuatmu lupa akan akhirat. Alangkah baiknya, cinta bukan hanya untuk lawan jenis, tetapi untuk Tuhan kita juga.
6.      Dalam mengambil tindakan/ keputusan hendaknya dipikirkan terlebih dahulu.

C.     ALUR             : Campuran
Alur ceritanya adalah sebagai berikut :
1.      Penyelesaian
Hasan meninggal dunia. (Bagian I)
2.      Peleraian
Tokoh “aku” ketika bersama Hasan (Bagian II)
3.      Perkenalan
Perkenalan tokoh-tokoh serta latar tempat, waktu dalam novel oleh tokoh “aku” sebagai Hasan. (Bagian III)
4.      Konflik 1
Melihat cara bergaul Kartini dan Rusli yang menyimpang, Hasan ingin menyadarkan mereka menuju jalan yang benar. (Bagian IV)
5.      Konflik 2
Hasan mulai menyukai Kartini. (Bagian IV)
6.      Konflik 3
Hasan sedikit terpengaruh oleh cara bergaul Kartini dan Rusli. (Bagian IV)
7.      Konflik 4
Hasan tidak menyukai sikap Anwar saat mereka bertemu. (Bagian V)
8.      Konflik 5
Hasan benar-benar terjerumus ke dalam pergaulan atheis. (Bagian VI-VII)
9.      Konflik 6
Hasan pulang kampung ke Garut dan berdebat dengan ayahnya. (Bagian IX)
10.  Konflik 7
Hasan menikah dengan Kartini. (Bagian  XI)
11.  Konflik 8
Kartini menemukan surat-surat yang membuatnya tidak percaya terhadap Hasan. (Bagian XII)
12.  Klimaks
Hasan bertengkar hebat dengan Kartini hingga Kartini dipukuli olehnya. Sampai akhirnya Kartini berniat pergi ke kampung halamannya, namun ia bertemu dengan Anwar. Lalu mereka pergi ke sebuah penginapan. (Bagian XII-XIV)
13.  Peleraian
Mengetahui ayahnya meninggal, Hasan mulai sadar untuk kembali ke jalan yang benar. Pada saat itu ia mengetahui bahwa Kartini pernah ke penginapan bersama Anwar. Hasan pun mencari Anwar untuk membuat perhitungan. (Bagian XV)
14.  Penyelesaian
Hasan tertembak, lalu meninggal dunia. (Bagian XV)

D.     PENOKOHAN           :
1.      TOKOH UTAMA            
a.       Hasan                        :
1)      Penurut
Bukti  : aku merasa bahwa aku adalah seorang anak yang mau menurut....(hal 21)
2)      Sering berbohong
Bukti  : .....jawabku berbohong(hal 50)
3)      Pencemburu
Bukti  : Kadang-kadang ia suka pula membikin aku cemburuan...(hal 110)
4)      Tidak berpendirian tetap
Bukti  : Tidak setia pada pendirian sendiri.(hal 137)
5)      Penakut
Bukti pada Bagian IX.
b.      Kartini                       :
1)      Berideologi tegas dan radikal
Bukti  : Ya bung pengalamannya .....(hal 38)
2)      Setia
Bukti  : terdapat pada Bagian XIV
c.       Anwar
1)      Periang
Bukti  :.....ternyata seorang periang.(hal 102)
2)      Tidak konsekwen
Bukti  : ...tidak konsekwen(hal 132)             
3)      Anarkhis
4)      Suka mencuri
5)      Tidak sopan
6)      Cari perhatian
2.      TOKOH SAMPINGAN    
a.       Rusli                          : pandai, atheis.
b.      Raden Wiradikarta     : sangat saleh dan alim (hal 16)
c.       Ibu Hasan                  : sangat saleh dan alim (hal 16)
d.      Haji Dahlan               : penasehat yang baik (hal 18)
e.       Kiyai Mahmud           : seorang guru tarekat yang baik (hal 19)
f.       Fatimah                      : baik hati, rajin, penurut
g.       Bung Parta                 : pandai (hal 112)
h.      Bibi Hasan                 : baik (hal 47), rajin beribadat (hal 48)
i.        Minah                                    : penurut, baik
j.        Mimi                          : baik, jujur, selalu ingin tahu
k.      Ibu Kartini                 : serakah (hal 38-39)
l.        Pak Artasan               : sopan (hal 142), pandai mendongeng (143), penakut,                                                           percaya pada hal mistik
m.    Pak Ahim                   : sopan (hal 142), penakut, percaya pada hal mistik
n.      Amat                          : terbuka, jujur
o.      Siti                             : pandai mendongeng, rajin beribadat ( hal 23 )
3.      TOKOH ANTAGONIS
a)      Batin Hasan.
4.      TOKOH PROTAGONIS
a)      Hasan.
5.      TOKOH TRITAGONIS
a)      Batin Hasan.

E.     LATAR
1.      Latar Tempat
a.       Kantor Kotapraja, Bandung ( hal 30)
b.      Kota Bandung (hal 36,99)
c.       Garut (hal 16)
d.      Sasak gantung 18 rumah Bibi Hasan (hal 32)
e.       Kebun Manggu 11 rumah Rusli (hal 32)
f.       Bioskop (hal 119)
g.       Lengkong Besar 27 (hal 27)
h.      Halte Wanaraja (hal 131)
i.        Kuburan Garawangsa (hal 146)
j.        Penginapan (bagian XIV)

2.      Latar Waktu
a)      Sore hari saat Hasan pergi ke rumah Rusli. (Bagian IV)
b)      Malam hari saat Hasan memikirkan bagaimana cara mengislamkan Rusli dan Kartini. (hal 55)
c)      Esok hari setelah Hasan ke rumah Rusli saat Hasan hendak pergi ke rumah Rusli. (hal 56)
d)      Malam rabu ketika Hasan bertemu Kartini di Gang Asmi (hal 80-86).
e)      Hari minggu ketika Rusli mengunjungi Hasan.
f)       Hari sabtu saat Rusli, Kartini dan Hasan bertemu Anwar.
g)      Malam hari saat Hasan dan Kartini pergi bersama.
h)      Malam jum’at ketika Anwar dan Rusli pergi ke kuburan Garawangsa. (hal 147)
i)        12 Februari 1941 saat Hasan menikah dengan Kartini. (hal 165)
j)        1 Oktober setelah Hasan dan Kartini menikah kira-kira tiga tahun setengah. (hal 147)
k)      Empat tahun setelah Hasan dan Kartini menikah terjadi perselisihan antara Hasan dan Kartini.
3.      Latar Suasana
a.       Sedih ketika Hasan meninggal dunia.
b.      Mengharukan saat Hasan berpisah dengan Rukmini, saat Hasan berdebat dengan kedua orang tuanya.
c.       Menakutkan saat Hasan dan Anwar berjalan menyusuri kuburan Garawangsa.
d.      Menegangkan saat Hasan memarahi dan memukuli Kartini.
e.       Romantis saat Hasan dan Kartini jatuh cinta.

F.      SUDUT PANDANG
Dalam novel ini pengarang menggunakan sudut pandang orang pertama yaitu “aku” sebagai pencerita dan pengamat.

G.    GAYA BAHASA
Dalam novel ini pengarang banyak menggunakan majas sebagai berikut :
1)      Majas Asosiasi atau Perumpamaan
S  Suaranya menggores tajam dalam hatiku seperti suara paku diatas batu tulis. (hal 10)
S  Seperti kucing yang sabar menunggu-nunggu kesempatan untuk menyergap tikus yang sedang diintainya, ......(hal 65)
S  Rupanya perkataan Ayah laksana jari yang melepaskan cangkolan gramopon yang baru diputar. (hal 17)
2)      Majas Hiperbola
S  Semuanya kelihatannya sangat lesu juga. Serupa onggokan- onggokan daging juga yang tak berdaya apa-apa pula. (hal 7)
S  Aku agak malu , terasa darah membakar telinga lagi. Hidung bergerak tak keruan. (hal 42)
3)      Majas Metafora
S  Sungguh lokomotip yang rakus ia! (hal 65)
Selain itu pengarang juga menggunakan bahasa Belanda seperti :
1.      In de nood leert men bidden (hal 20)
2.      Zeer eenvoudig(hal 104).
3.      Ik ben een god in het diepst van mijngedachten (hal 104).
4.      Heerlijk zeg! Gestolen vruchten smaken inderdaas zoet (hal 162).
 
 
Judul               :  Atheis
Pengarang       :  Achdiat K. Mihardja
Tahun              :  1986
Sinopsis Novel            :
Hasan adalah seorang pemuda yang lahir dari sebuah keluarga yang fanatik terhadap agama Islam. Maka tak heran jika ia pun juga sangat taat dalam beribadah. Hasan merupakan pemuda yang lugu dan sangat menghormati orang tuanya. Ia anak yang berbakti dan menurut terhadap orang tuanya.
Saat hasan beranjak dewasa, ia melanjutkan sekolahnya ke Bandung. Di sana ia berkenalan dengan Rukmini dan menjalin hubngan dengannya. Orang tua Hasan merupakan orang tua dari keluarga raden, untuk itu mereka menyarankan agar  Hasan memilih seorang wanita yang dari kalangannya. Namun Rukmini bukanlah orang dari kalangan yang sama dengan Hasan, sehingga orang tua Rukmini memintanya untuk kembali ke Jakarta dan pada akhirnya dinikahkan oleh kedua orang tuanya dengan seorang saudagar kaya. Hati Hasan sangat sakit. Ia pun merasa kecewa dan patah hati karena baginya Rukmini adalah seseorang yang baik, soleha dan sangat cantik. Namun, hal tersebut tidak terus-menerus manjadi beban pikirannya. Sejak saat itu Hasan menginginkan tingkatan ibadah yang lebih agar ia bisa lebih dekat dengan sang pencipta. Ia pun mengikuti jejak ayahnya yang menganut ilmu tarekat.
Suatu hari Hasan bertemu dengan Rusli yang merupakan sahabat lamanya saat ia masih kecil. Di sana ia juga melihat seorang gadis cantik yang mempesona Hasan pada pandangan pertama. Gadis yang bernama Kartini tersebut kemudian dikenalkan oleh Rusli kepada Hasan. Ternyata Kartini adalah seorang janda. Dahulu ia dinikahkan paksa oleh kedua orang tuanya dengan seorang yang sudah sangat tua yang harusnya pantas ia panggil kakek, namun lelaki yang menjadi suaminya tersebut sangatlah kaya, sehingga saat Kartini bercerai dari lelaki tua tersebut, ia membawa banyak warisan. Mulai saat itu pun Kartini berniat untuk menjadi seorang wanita yang tegar dan tangguh. Kartini dan Rusli sangat akrab, namun hanya sebatas hubungan kakak dan adik saja. Kartini menganggap Rusli adalah orang yang dapat melindunginya.
Ternyata sejak pertemuannya tersebut Hasan mulai menaruh hati pada Kartini, ia pun mulai senang untk berkunjung ke rumah Rusli hanya untuk sekedar bertanya tentang Kartini. Namun, setiap kali ia ke rumah Rusli, ia pun pasti menjumpai Kartini  di sana. Awalnya ia merasa cemburu dan mengganggap pergaulan antara Rusli dan Kartini bukan hubungan antara kakak dan adik, melainkan lebih. Kini hasan tahu bahwa Rusli merupakan seorang yang  tidak percaya adanya Tuhan. Di setiap pembicaraan mereka Hasan selalu tidak bisa mengedalikan diri saat argumen-argumen yang dikeluarkan Rusli logis adanya. Ia pun sempat emosi terhadap Rusli. Namun, akhirnya ia menyimpulkan untuk membantu Rusli dan Kartini ke jalan yang benar.
Usaha Hasan selalu gagal Karena ia berhadapan dengan orang-orang yang pengetahuannya luas. Usaha menjadi tidak ada artinya ketika Hasan juga berkenalan dengan teman Rusli yang lain, yakni Anwar. Anwar adalah seorang atheis, tidak percaya kepada Tuhan. Karena kepandaian Anwar mempengaruhi Hasan, akhirnya Hasan mulai terpengaruh. Kesalehan yang selama ini melekat dalam dirinya perlahan-lahan luntur. Ia mulai meragukan keberadaan Tuhan dan mulai tidak taat beribadah.
Kepercayaannya terhadap tuhan benar–benar luntur saat ia menjalin hubungan dengan Kartini. Ia semakin menjadi sosok pribadi yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Di mata Hasan, sosok Kartini sangat mirip dengan Rukmini,  kekasihnya yang sudah dijodohkan oleh orang tuanya. Hasan dan Kartini pun akhirnya menikah . kedua orang tua Hasan tidak menyetujui pernikahan tersebut. Namun tekad Hasan sudah bulat. Ia tetap akan menikahi Kartini meskipun orang tuanya tidak merestui bahkan mengusirnya dan tidak lagi menganggap Hasan sebagai anaknya. Pernikahan dipahami Hasan sebagai perasaan suka sama suka.
Pernikahan Hasan dan Kartini selalu diwarnai dengan pertengkaran. Sikap kartini yang menganut faham kebebasan membuat Hasan tidak terima dan menganggap Kartini sebagai seorang wanita yang tidak bisa menghargai suaminya. Ia pun seringkali memukuli Kartini karena kecemburuannya terhadap sikap Kartini dan sikap Anwar. Hasan merasa bahwa di belakangnya, istrinya tersebut berselingkuh dengan Anwar. Kartini tetap saja mengelak. Hingga pada akhirnya mereka pun bercerai. Karena persoalan-persoalan inilah Hasan kembali membutuhkan kekuatan Tuhan. Kesadaran inilah yang membuat Hasan merasa berdosa tidak hanya kepada orangtuanya tetapi juga kepada Allah. Ia menyesal telah meninggalkan nilai-nilai keagamaan dalam dirinya.
Setelah ia bercerai dengan Kartini ia pun pulang ke rumahnya. Untuk bertemu dengan kedua orang tuanya dan meminta maaf atas apa yang telah ia perbuat. Ia ingin bersujud di kaki ayahnya yang ternyata tengah sakit parah. Ayahnya tidak sudi dan tidak menerima semua permintaan maaf yang Hasan ucapkan. Ia pun menyuruh Hasan untuk pergi dari rumahnya.
Lalu saat ia pergi ke sebuah hotel ia mendapatkan fakta bahwa pada hari saat ia dan istrinya bertengkar, dan istrinya kabur dari rumah. Anwar dan Kartini berada dalam satu kamar. Semakin memuncak kemarahannya saat ia mengetahui bahwa istrinya berusaha menolak Anwar seperti yang diucapkan oleh pelayan di hotel tersebut. Ia pun pergi mencari Anwar hingga tengah malam. Ia tidak sadar bahwa saat itu telah terjadi jam malam sehingga ia pun tertembak oleh peluru yang menembus punggungnya. Ia pun tewas di tempat kejadian dengan penuh rasa sesal.
Komentar                    :
Novel Atheis ini mempuyai karakteristik novel pada angkatan 80an. Tema yang diambil tentang ketuhanan maupun tentnag suatu masalah konsep kehidupan sosial. Pada novel atheis dijelaskan tentang bagaimana seseorang yang terkena arus pergaulan yang tidak baik. Padahal orang tersebut merupakan seseorang yang sangat alim dan taat kepada agama, namun karena pengaruh yang begitu kuat maka ia pun terjerumus dalam kesesatan. Disini nilai-nilai ketuhanan banyak didapatkan. Seperti saat tokoh Hasan berani melakukan suatu tindakan yang sudah melenceng dari agama bahkan menyebutnya sebagai Atheis atau seseorang yang tidak percayaakan adanya Tuhan.
Bahasa yang digunakan realistis, yakni bahasa yang digunakan dalam kehidupan bermasyarakat. Hal tersebut sesuai dengan karakteristik pada Novel Atheis ini. Nilai moral yang dapat diambil, anatara lain sikap dan kepercayaan kepada Tuhan harus ada, karena bagaimana pun juga, hidup adalah dari Tuhan. Iman yang kuat, tidak menjamin untuk tidak terkena arus pergaulan yang menyesatkan. Jika kita membiarkan hidup kita dalam lingkungan mereka dan membiasakan diri dengan mereka. Untuk itu penyaringan budaya harusnya dapat dilakukan oleh pribadi masing-masing.
 
»»  Continue Reading...

Unsur Intrinsik Novel Siti Nurbaya


Siti Nurbaya
Sultan Mahmud Syah termasuk salah seorang bangsawan yang cukup terkenal di Padang. Ia mempunyai putra bernama Samsulbahri, anak tunggal yang berbudi dan berprilaku baik. Bersebelahan dengan rumah Sultan Mahmud Syah, tinggal seorang Saudagar kaya bernama Baginda Sulaiman. Putrinya, Siti Nurbaya, juga merupakan anak tunggal keluarga kaya-raya itu.
Hubungan Samsulbahri dengan Siti Nurbaya sangat erat. Hubungan kedua remaja itu berkembang menjadi hubungan cinta. Perasaan tersebut baru mereka sadari ketika Samsulbahri akan berangkat ke Jakarta untuk melanjutkan sekolahnya.
Sementara itu, Datuk Maringgih, salah seorang saudagar kaya di Padang, berusaha untuk menjatuhkan kedudukan Baginda Sulaiman. Ia kemudian menyuruh anak buahnya untuk membakar dan menghancurkan bangunan, toko-toko, dan semua harta kekayaan Baginda Sulaiman. Akal busuk Datuk Maringgih berhasil. Baginda Sulaiman kini jatuh miskin. Ia belum menyadari bahwa sesungguhnya, kejatuhannya akibat perbuatan licik Datuk Maringgih. Oleh karena itu, tanpa prasangka apa-apa, ia meminjam uang kepada Datuk Maringgih.
Bagi Datuk Maringgih kedatangan Baginda Sulaiman itu ibarat “Pucuk dicinta ulam tiba”, karena memang hal itulah yang diharapkannya. Rentenir kikir yang tamak dan licik itu, kemudian meminjamkan uang kepada Baginda Sulaiman dengan syarat harus dapat dilunasi dalam waktu tiga bulan. Pada saat yang telah ditetapkan, Datuk Maringgih pun datang menagih janji.
Malang bagi Baginda Sulaiman. Ia tak dapat melunasi utangnya. Tentu saja Datuk Maringgih tidak mau rugi. Tanpa belas kasihan, ia akan mengancam akan memenjarakan Baginda Sulaiman jika utangnya tidak segera dilunasi, kecuali apabila Siti Nurbaya diserahkan untuk dijadikan istri mudanya.
Baginda Sulaiman tentu saja tidak mau putri tunggalnya menjadi korban lelaki hidung belang itu maka ketika ia sadar bahwa dirinya tak sanggup untuk membayar utangnya, ia pasrah saja digiring polisi dan siap menjalani hukuman. Pada saat itulah, Siti Nurbaya menyatakan bersedia menjadi istri Datuk Maringgih asalkan ayahnya tidak dipenjarakan. Suatu putusan yang kelak akan menceburkan Siti Nurbaya pada penderitaan yang berkepanjangan.
Samsulbahri, mendengar peristiwa yang menimpa diri kekasihnya itu lewat surat Siti Nurbaya, juga ikut prihatin. Cintanya kepada Siti Nurbaya tidak mudah begitu saja ia lupakan. Ketika liburan, ia pulang ke Padang, dan menengok Baginda Sulaiman yang sedang sakit. Tiba-tiba ia bertemu Siti dan tanpa sengaja, keduanya pun lalu saling menceritakan pengalaman masing-masing.
Tiba-tiba datanglah Datuk Maringgih dengan sifat culas dan selalu berprasangka itu, Samsulbahri dituduh melakukan hal yang tidak-tidak. Ia berusaha membela diri dari tuduhan keji itu. Pertengkaran pun tak dapat dihindarkan. Pada saat pertengkaran terjadi, ayah Siti Nurbaya bermaksud untuk menolong, tetapi malang, ia langsung terpeleset dan menemui ajalnya.
Ternyata ekor perkelahian itu tak hanya sampai di situ. Ayah Samsulbahri yang merasa malu atas tuduhan yang ditimpakan kepada anaknya, kemudian mengusir Samsulbahri. Pemuda itu terpaksa kembali ke Jakarta. Sementara Siti Nurbaya, sejak ayahnya meninggal merasa dirinya telah bebas dan tidak perlu lagi tunduk dan patuh kepada Datuk Maringgih. Sejak saat itu ia tinggal menumpang bersama salah seorang familinya.
Sekali waktu, Siti Nurbaya bermaksud menyusul kekasihnya ke Jakarta. Namun, akibat tipu muslihat dan akal licik Datuk Maringgih yang menuduhnya telah mencuri harta perhiasan bekas suaminya itu, Siti Nurbaya terpaksa kembali ke Padang. Oleh karena Siti Nurbaya tidak bersalah, akhirnya ia bebas dari tuduhan. Namun, Datuk Maringgih masih juga belum puas. Ia kemudian menyuruh seseorang untuk meracuni Siti Nurbaya. Kali ini, perbuatannya berhasil. Siti Nurbaya meninggal karena keracunan. Rupanya, berita kematian Siti Nurbaya membuat sedih ibu Samsulbahri. Ia kemudian jatuh sakit, dan tidak berapa lama kemudian meninggal dunia.
Berita kematian Siti Nurbaya dan ibu Samsulbahri, sampai juga ke Jakarta. Samsulbahri yang merasa amat berduka, mula-mula mencoba bunuh diri. Beruntung, temannya dapat menggagalkan tindakan nekat Samsulbahri. Namun, lain lagi berita yang sampai ke Padang. Di kota ini, Samsulbahri dikabarkan telah meninggal dunia.
Sepuluh tahun berlalu. Samsulbahri kini telah menjadi serdadu kompeni dengan pangkat letnan. Ia juga sekarang lebih dikenal dengan nama Letnan Mas. Ia melakukan ini semua demi orang-orang yang ia cintai. Kemudian ia mendapat tugas harus memimpin pasukan untuk memadamkan pemberontakan yang terjadi di Padang. Ternyata pemberontakan yang terjadi di Padang itu didalangi oleh Datuk Maringgih.
Dalam pertempuran Letnan Mas berhasil menembak Datuk Maringgih, hingga tewas. Namun, Letnan Mas luka parah terkena sabetan pedang Datuk Maringgih. Ia terpaksa dirawat dirumah sakit. Pada saat itulah timbul keinginan Letnan Mas untuk berjumpa dengan ayahnya. Ternyata, pertemuan yang mengharukan antara “Si anak yang hilang” dan ayahnya itu merupakan pertemuan terakhir sekaligus akhir hayat kedua orang itu. Oleh karena setelah Letnan Mas menyatakan bahwa ia Samsulbahri, ia mengembuskan napas di depan ayahnya sendiri. Adapun Sultan Mahmud Syah, begitu tahu bahwa Samsulbahri yang dikiranya telah meninggal beberapa tahun lamanya tiba-tiba kini tergolek kaku menjadi mayat akhirnya pun meninggal dunia pada keesokan harinya.
Unsur-unsur Intrinsik Novel Siti Nurbaya :
*     Tema
Tema Novelnya adalah kisah cinta yang tak kunjung padam dari sepasang anak manusia yaitu Siti Nurbaya dan Samsulbahri.
*     Alur (Plot)
Pengarang menyusun peristiwa-peristiwa secara berurutan mulai dari perkenalan sampai penyelesaian. Susunan yang demikian disebut alur maju.
Urutan peristiwa tersebut meliputi:
©      Mulai melukiskan keadaan (situation)
©      Peristiwa-peristiwa mulai bergerak (generating circumtanses)
©      Keadaan mulai memuncak (rising action)
©      Mencapai titik puncak (klimaks)
©      Pemecahan masalah/ penyelesaian (denouement)
*     Tokoh dan Penokohan
Karakter dan sifat Tokoh-tokoh pada Novel:
*     Siti Nurbaya                 :  baik, rela berkorban demi ayahnya.
*     Samsulbahri                 :  baik, bijak, rela berkorban demi Siti Nurbaya.
*     Baginda Sulaiman        :  Pasrah pada nasib, kurang bijak, rela mengorbankan
                                         anaknya demi membayar hutang.
*     Sultan Mahmud Syah  :  Kurang berpikir panjang, tidak bijak dan terlanjur
                                         terburu-buru dalam membuat keputusan.
*     Datuk Maringgih         :  culas, moralnya bobrok, serakah, jahat, biang
                                         masalah.

*     Latar (Setting)
Unsur latar dapat dibedakan ke dalam tiga unsur pokok, yaitu sebagai berikut:
*     Latar Tempat
Latar tempat dalam Novel: Di kota Padang dan di Stovia, Jakarta (tempat sekolah Samsulbahri)
*     Latar Waktu
Latar Waktu dalam Novel: pada masa dimana Kota Padang masih terjadi banyak huru hara juga saat dimana moral masih bobrok.
*     Latar Sosial
Latar Sosial dalam Novel: Merupakan banyak mengandung unsur adat-istiadat Melayu.
*     Sudut Pandang
Sudut Pandang dalam Novel : sudut pandang orang ke-3.
*     Gaya Bahasa
Gaya Bahasa Novel: Gaya Bahasa novel ini adalah Melayu.
*     Amanat
Amanat yang terkandung dalam Novel:
*     Demi orang-orang yang dicintainya seorang wanita bersedia mengorbankan apa saja meskipun ia tahu pengorbanannya dapat merugikan dirinya sendiri. Lebih-lebih pengorbanan tersebut demi orang tuanya.
*     Bila asmara melanda jiwa seseorang maka luasnya samudra tak akan mampu menghalangi jalannya cinta. Demikianlah cinta yang murni tak akan padam sampai mati.
*     Bagaimanapun juga praktek lintah darat merupakan sumber malapetaka bagi kehidupan keluarga.
*     Menjadi orang tua hendaknya lebih bijaksana, tidak memutuskan suatu persoalan hanya untuk menutupi perasaan malu belaka sehingga mungkin berakibat penyesalan yang tak terhingga.
*     Dan kebenaran sesungguhnya di atas segala-galanya.
*     Akhir dari segala kehidupan adalah mati, tetapi mati jangan dijadikan akhir dari persoalan hidup.
*     Nilai Moral
Nilai moral yang tersirat pada novel diatas adalah meskipun seseorang ingin berbuat jahat pada kita, sebaiknya kita jangan membalas dengan kejahatan. Karena itu tidak akan menyelesaikan masalah. Perbuatan jahat semestinya dibalas dengan kebaikan, apalagi kebaikan itu kita lakukan demi orang tua maupun orang yang kita sayang. Kita seharusnya meniru perbuatan Siti Nurbaya, karena ia berani mempertaruhkan masa depannya untuk menyelamatkan orang tuanya. Yakinlah! Bila kita berbuat baik, maka akan ada orang-orang yang melindungi kita, seperti halnya yang dialami Siti Nurbaya.
»»  Continue Reading...

Jumat, 31 Januari 2014

Apa Itu Search Engine?

Bagi yang merasa master sebaiknya tidak perlu membaca. Search engine dalam artian bahasa Indonesia adalah mesin pencari, sebuah program yang dibuat untuk membantu seseorang untuk menemukan file-file yang terdapat di komputer. Dalam kaitannya dengan SEO, search engine yang dimaksud disini adalah mesin pencari yang ada di internet. Mesin pencari mampu membantu para pengguna internet untuk menemukan file-file yang tersimpan di dalam server yang terkoneksi dengan internet dan dapat di akses secara online.

Di intenet, terdapat jutaan website dengan beragam informasi dan konten dapat kita akses secara online. Dan tentu saja tidak mudah mencari informasi yagn relevan di antara ratusan juta halaman website. Saat Anda ingin mengetahui mengenai informasi tertentu di internet, bagaimana Anda menemukan halaman yang mengandung informasi yang relevan? Jawabannya adalah dengan menggunakan bantuan search engine
 
Sebagai contoh, ketika saya ingin mencari kebutuhan informasi tentang pemasok sayur atau supplier sayur akan tetapi saya tidak mengetahui alamat website yang menyediakan informasi tersebut di internet, maka yang saya lakukan adalah mencari nya dengan menggunakan search engine, seperti Google, kemudian memasukan kata kunci atau keyword supplier sayur atau pemasok sayur pada kotak pencarian yang ada. Dalam sekejap kurang dari satu detik, Google search engine akan memberikan hasil pencarian berupa halaman - halaman website yang memiliki kaitan dengan supplier sayur atau penyedia pasokan sayur.
Beberapa search engine raksasa paling terkenal yang ada saat ini adalah Google, Yahoo!, Bing. Begitulah kira pengertian search engine, sekali lagi bagi yang merasa master dalam hal ini kira nya tidak perlu membaca artikel ini. Terimakasih atas kunjungannya. .

»»  Continue Reading...

Minggu, 26 Januari 2014

Jenis Tanaman Yang Mudah Tumbuh

Di rumah punya pepohonan besar? Bingung karena tiap kali menanam di bawah pepohonan tersebut, tanamannya mati karena tidak terkena sinar matahari?
Beberapa waktu yang lalu, di milis GL, ada pertanyaan yang dilontarkan oleh Ibu Meutia mengenai jenis tanaman apa saja yang dapat tumbuh dengan sinar matahari yang minim dan perawatannya mudah.
Nah di bawah ini ada info yang dikirim oleh Ubaidillah yang disalin dari kaskus, mengenai beberapa jenis tanaman yang direkomendasikan karena mudah tumbuh, dapat bertahan dalam kondisi pengairan yang tak pasti, pencahayaan yang kurang serta temperatur yang berubah-ubah. Jenis tanaman di bawah ini akan tumbuh subur di pekarangan, kantor dan bahkan terkadang di ruang yang sempit.

1. Sirih gading (Epipremnum pinnatum 'aureum')

Sirih gading dikenal dengan nama lolo munding/tali (Sunda), jalu mampang, sulang (Jawa) dan samblung (Bali) adalah tanaman merambat besar dengan batangnya yang bulat liat, berbulu, bagian pangkalnya sebesar lengan anak mempunyai akar-akar gantung yang panjang meliliti pohon. Tanaman ini disebut devil's ivy atau photos, ditemukan di Asia Tenggara hingga Australia.
Bentuk daunnya seperti daun sirih menyerupai jantung hati. Warna daunnya unik, bercampur kuning membentuk motif seperti marmer. Sirih Gading tak perlu perawatan khusus. Tanah gembur dicampur pupuk kandang adalah media tanam yang cocok, Tanaman ini juga bisa hidup dengan akar yang tumbuh subur di media air.
Tanaman ini dapat digunakan sebagai tanaman pot gantugn karena batangnya yang langsing penuh daun. Bila ditanam di tanah batangnya cenderung tumbuh membesar demikian pula daun-daunnya.

2. Lili Paris (Chlorophytum)


Lili paris atau Chlorophytum termasuk tanaman hias yang populer karena relatif cepat tumbuh dengan daunnya yang menarik. Bunganya berwarna putih, bila tanaman sudah cukup dewasa akan tumbuh anakan-anakan kecil pada ujung-ujung batang di sekeliling tanaman.
Bila tanaman digunakan sebagai tanaman gantung kondisi ini akan membuat bentuk yang menarik. Anakan ini juga berfungsi sebagai alat perbanyakan. Tanaman ini cukup mudah beradaptasi dengan lingkungannya, bisa tumbuh di tempat yang panas, sejuk, terkena sinar matahari langsung ataupun tempat yang terlindung.

3. Lidah Mertua (Sansevieria trifasciata)


Tanaman satu ini memang terbilang bandel. Mereka suka akan banyak cahaya, tetapi juga bisa mengatasi kondisi minim cahaya. Tanaman ini juga dapat bertahan hidup pada kisaran suhu 4 derajat Celcis hingga 37 derajat C, tapi akan tumbuh sehat dan bagus jika mendapatkan suhu pada siang hari antara 20 derajat Celcius hingga 23 derajat Celcius dan antara 15 derajat C hingga 18 derajat Celcius pada malam hari.
Media tumbuh bagi Sansevieria hanya berupa campuran dari tanah atau pasir, kompos, sekam bakar, atau bisa ditambah kapur sebagai penjaga kestabilan pH tanah. Jika tanaman ini ditempatkan di pot, sebaiknya dasar pot diberi pecahan genting supaya sirkulasi air bagus.

4. Beragam spesies Dracaena
 

Dracaena banyak ragamnya dan cukup beken sebagai tanaman lanskap, tanaman pot bahkan tanaman indoor. Beberapa nama yang populer adalah Pardon Bali (D. draco), song of India (D. reflexa), tricolor (D. marginata), dan D. sanderiana atau bambu hoki (bambu rezeki).
Dracaena mudah dibiakkan dengan stek batang. Ia termasuk tanaman bandel. Bisa ditanam di dalam maupun di luar ruangan. Banyak yang percaya, apabila disimpan di sudut ruangan rangkaian D. sanderiana atau bambu rezeki tak hanya elok dipandang, tapi juga bisa mengubah keberuntungan. Ia bahkan direkomendasikan oleh master fengsui dan praktisi yang ingin memodifikasi ruangan agar terasa nyaman dan berenergi.
Tanaman ini tahan terhadap cahaya, tetapi apabila disimpan di ruangan terbuka jangan sampai terkena langsung sinar matahari. Dracaena bisa bertahan pada temperatur minimal 16 derajat Celcius dengan pemberian air hanya 2 kali dalam sebulan.

5. Sukulen dan kaktus
 

Ada banyak lusinan varietas sukulen dan kaktus yang dijual di toko tanaman hias. Secara umum, sukulen adalah tanaman gurun dengan daun tebal yang menyimpan air. Istilah sukulen diberikan bagi sekelompok tanaman dengan karakteristik salah satu atau lebih bagian tubuhnya dapat menyimpan air.
Karakteristik semacam ini dimiliki juga oleh kaktus. Oleh karena itu, semua jenis kaktus adalah juga sukulen, tapi tidak semua sukulen adalah kaktus. Umumnya, sukulen dan kaktus hidup di daerah yang sangat kering dan jarang hujan. Dengan kemampuannya mengikat air tersebut maka tanaman-tanaman ini bisa hidup walaupun lama tidak turun hujan.
Baik succulent maupun kaktus tumbuh dengan lambat. Untuk perawatan terbaik, tempatkan jenis tanaman ini pada area yang tak terkena hujan tetapi cukup mendapat sinar matahari. Untuk tanaman dalam ruangan, bawa tanaman secara berkala 4 - 5 hari sekali keluar untuk mendapatkan sinar matahari selama 1 hari.

6. Bromeliad


Bromeliad atau Bromelia adalah salah satu kelompok tanaman hias tropis fenomenal dengan keragaman jenis yang mencapai sekitar 3.000 spesies. Penampilan bromeliad sangat memukau dan sangat menjanjikan. Daunnya roset dan kompak, ada juga yang pipih mirip kawat, corak dan pola daunnya memiliki lebih dari 200 kombinasi, sosoknya mulai yang mini hingga raksasa, jenis yang berbunga menghasilkan warna-warna cerah dan gampang dirawat.
Anggota keluarga bromeliad yang terkenal antara lain : guzmania, neoregelia, vriesea, tillandsia, cryptanthus, aechmea, dan nidularium. Merawat Bromelia terbilang gampang. Media tanamnya pun bisa apa saja, seperti sabut kelapa atau cacahan pakis. Ada jenis Bromelia yang tumbuh bagus di media pakis.
Bahkan, pertumbuhanya lebih baik dibanding jika ditanam langsung di tanah. Kendati demikian, sebaiknya Bromelia tidak ditanam langung di tanah, karena tanaman ini aslinya merupakan tanaman epifit yang biasa hidup menumpang di batang-batang pohon di dalam hutan.
»»  Continue Reading...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...